Rekomendasi Film Ali & Ratu Ratu Queens

Film Ali & Ratu Ratu Queens


Ali & Ratu Ratu Queens menjadi film Indonesia terbaru yang tayang di layanan streaming Netflix. Film yang disutradarai Lucky Kuswandi akan tayang di Netflix mulai 17 Juni.
Film ini dibuat berdasarkan pengalaman produser Muhammad Zaidy yang biasa disapa Eddy. Pada awal 2015 ia sempat tinggal di New York, Amerika Serikat, tepatnya di apartemen yang terletak di daerah Queens.
Film ini mengisahkan seorang ibu yang karena alasan tertentu harus meninggalkan anaknya yang masih kecil untuk pergi ke New York, Amerika Serikat. Alasan ibu tersebut pergi ke New York adalah karena ia ingin mengejar impiannya yakni menjadi penyanyi. Ibu tersebut bernama Mia dan diperankan oleh Marissa Anita
Sedangkan anak kecil tersebut dengan nama Ali dan diperankan oleh Iqbal Ramadhan.
Dengan uang yang tersisa sejak Ayahnya (Ibnu Jamil) meninggal, dan modal dari menyewakan rumah keluarga, Ali memutuskan untuk pergi sendiri ke New York mencari sang ibu.
Ali tak langsung jumpa sang ibu. Bermodal alamat lama, ia akhirnya tiba di bekas apartemen ibunya, dan malah bertemu empat orang wanita dewasa asal Indonesia.
Mereka adalah Ratu-ratu Queens, bagian lainnya dari judul film ini: Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Ance (Tika Pangabean), dan Chinta (Happy Salma).
Tentu saja misi mencari sang ibu tidak terlalu sulit, karena film berlatar era teknologi informasi modern. Tapi, penolakan Mia (ibu Ali) di awal pertemuan lah yang membuka konflik cerita.
Saat itu Queens dipenuhi banyak imigran dari berbagai negara, salah satunya dari Indonesia. Eddy bertemu banyak orang dengan kehidupan yang sagat berbeda dengannya,termasuk empat wanita berusia 40-an yang unik.
Setibanya di kota Big Apple itu, Ali keliling kota dan bertanya pada sejumlah orang apakah pernah melihat Mia. Tentu saja pencarian terhadap keberadaan ibunya tidak mudah dan tidak berjalan seperti yang ia harapkan.
 Dalam proses pencarian itu Ali menemukan arti keluarga sesungguhnya.
Pengalaman itu kemudian Eddy diskusikan dengan Gina S. Noer yang menulis naskah film ini. Mereka kemudian bertemu dengan Lucky untuk mematangkan cerita Ali & Ratu Ratu Queens.
Ali & Ratu Ratu Queens menjadi film pertama Iqbaal memerankan karakter yang tidak diadaptasi dari novel. Sebelumnya, ia memerankan Dilan yang diadaptasi dari seri novel Dilan dan Minke yang diadaptasi dari Tetralogi Bumi Manusia.
Hubungan Ali dan ibunya tidak tuntas. Memang ada kesimpulan, tapi tidak ada klimaksnya. Begitu pun hubungan Ali dengan para tante, manis memang, tapi tidak cukup beralasan untuk dikenang.
Belum lagi bumbu-bumbu cinta antara Ali dan Eva (Aurora Ribero). Untuk apa mengekspos hubungan cinta jika tidak manis? Mereka seperti berlagak jatuh cinta secara modern, tapi tak terlihat ada rasa.
Ali dan Eva tidak seperti dua orang yang saling tertarik, jatuh cinta, atau bahkan sekadar tergila-gila satu sama lain. Conflict of interest Ance di antara Ali dan Eva pun tak tergali, dan jadi cuma sekadar lucu-lucuan.

penulis: Nadiatuzzahwa

Komentar